Hover Setting

slideup

[Journal] Aku Ingin Berekspresi

Pernah gak kalian bertanya-tanya kenapa populasi orang nyentrik itu dikit? Kyaknya gak pernah sih wkwkwk.. Soalnya jawabannya udah jelas, yakni bakal jadi pusat perhatian. Kalo kita breakdown lagi, kenapa kok bisa jadi pusat perhatian? Jawabannya karena mereka terlihat berbeda dari orang-orang pada umumnya.

Kemarin ketika aku buka Facebook, aku gak sengaja nemu postingan yang memparodiin akun TikTok Swifties Indonesia. Parodinya gak ke arah negatif, cuma gara-gara nama nya sama kyak bahasa pemrograman Swift akhirnya dijadiin meme di komunitas programmer. Isenglah aku buka profile nya di TikTok. Dan pas lihat pinned post-nya, jujur aku merasa sangat cringe, khususnya pas mereka turun di jalan sambil bawa spanduk dan balon, terus sambil teriak nyanyi lagu-lagunya Taylor Swift.

Kenapa aku aku merasa cringe? Seperti yang aku omongin di awal tadi, karena mereka semua terlihat nyentrik dan menjadi pusat perhatian— yakni dua hal yang paling aku hindari dalam hidupku selama ini. Aku merasa paling benci kalau di cap sebagai orang nyentrik, a.k.a "berbeda", apalagi sampai menjadi pusat perhatian banyak orang. Puluhan mata tertuju di aku itu rasanya kyak pengen menghilang saja dari dunia ini, dan puff.. semua orang yang melihatku seketika melupakannya dan melanjutkan aktivitas masing-masing. Aku selalu berpikiran untuk menjadi NPC saja di dunia ini. Hidup tenang dan damai, selalu menghindari konflik, dan biarlah orang lain yang menjadi main character dan menjadi pusat perhatian dunia.

Namun setelah aku lihat-lihat lagi beberapa postingannya, otak ku mulai terbesit hal lain yang selama ini tidak pernah terpikirkan olehku. Aku merasa mereka itu pemberani, dalam artian menghancurkan stigma buruk bahwa menjadi nyentrik itu aneh. Padahal kalau di pikir-pikir lagi orang-orang di sekitar yang melihat mereka, juga tidak terlihat peduli dan bahkan akan melupakannya sesudah sampai di rumah. Sebenarnya ini adalah gambaran umum manusia disaat mereka tidak berani melakukan hal aneh di tengah keramaian, yang padahal orang-orang yang lewat pun tidak pernah peduli akan apa yang kita lakukan.

Kembali ke akun TikTok Swifties, aku melihat orang-orang yang berpartisipasi di sana memiliki mata yang sangat berbinar-binar. Hati mereka, semangat mereka, jiwa dan raga mereka terlihat sangat hidup dan berapi-api. Seolah mereka adalah pusat dari alam semesta, dan seorang main character, dan memberikan makna pada hidup dengan obsesi kecilnya di dunia ini. Kesolidaritasan mereka juga sangat erat, bernyanyi bersama dan mengidolakan ke orang yang sama. Seketika aku langsung bercermin dan melihat diriku sendiri dari atas ke bawah.

Lihatlah, betapa menyedihkannya diriku sekarang. Tidak ada semangat hidup, hanya seorang NPC dengan dialog satu kalimat statis yang sama sekali tidak memberikan impact apapun kepada si main character. Cita-cita, atau bahkan sekedar memberikan makna dalam hidupku sendiri pun sepertinya tidak ada. Mataku sayu, tidak punya semangat hidup. Badanku bungkuk, seperti mau jatuh dan tidak bisa berdiri lagi. Wajahku kusam, senyumku kecut, seolah berkata "kapan ya ini berakhir? aku ingin segera pulang dan rebahan". Diriku mulai bertanya jauh ke dalam lubuk hati, kapan ya aku mulai menjadi seperti ini? Sepertinya dulu aku tidak seperti ini. Aku dulu masih menikmati kehidupanku, walau memang sangat sederhana. Tapi kesederhanaan itulah yang membuat hidupku lebih bermakna daripada sekarang.

Ya benar, hidupku berubah semenjak aku menjadi dewasa dan mulai mengikuti standard sosial yang berlaku di masyarakat kita sekarang. Aku berfikir menjadi dewasa itu berarti aku mulai menyalakan sakelarku kepalaku yang dari awalnya ke arah "Follow your hearth", menjadi "Follow the rules". Aku secara perlahan mulai meninggalkan hal-hal yang berwarna tersebut, perlahan berjalan ke arah yang abu-abu dan membosankan.

Aku ingin bebas, aku ingin melakukan ini dan itu, aku tidak ingin mempedulikan apa itu yang di sebut dengan aturan. Aku ingin bertindak sesuka hatiku, asal masih dalam batas wajar. Aturan memang penting, tapi untuk ke detil-detil kecil seperti cara berpakaian, budaya lokal, hingga peran seseorang berdasarkan usia dan gender, atau yang sejenisnya ingin aku eliminasi dari dalam diriku. Aku ingin mengecat rambutku, aku ingin memakai anting dan aksesoris, aku ingin berpakaian nyentrik, aku ingin salto, bodo amat. Lagian ini kan hidupku, ngapain aku harus menuruti aturan-aturan tak tertulis yang ada di masyarakat. Di cap aneh? Bodo amat, ngapain harus peduli? Padahal aku ini kan sudah apatis dari dulu. Yap, aku termasuk orang apatis, tapi sebenarnya aku cukup peka akan apa yang aku rasakan, hanya saja aku memilih untuk diam dan tidak mempedulikannya. Lalu kenapa aku masih mempedulikan soal standard masyarakat? Aneh banget, harusnya bisa lebih bebas dari aku yang sekarang.

Yah itulah sebuah coretan dari hatiku sekarang. Aku ingin bebas melakukan apa yang aku inginkan, tidak peduli dengan omongan orang lain. Yang terpenting aku bisa merasa lebih hidup, dan bisa memberikan makna kepada hidupku sendiri. Hidup tidak harus terus membatasi diri, dan hidup tidak harus menjadi monoton agar bisa di cap "normal" sama orang lain. 
Jadi teringan salah satu episode Spongebob yang dia perlahan menjadi Mr. Normal, karena dia mengikuti standard masyarakat, sehingga kehilangan jati dirinya.

Live your life end enjoy every second on earth. Tanks and see you..

No comments

Post a Comment